Tampilkan postingan dengan label Kelas 7. Tampilkan semua postingan
Perbandingan adalah salah satu hal yang penting untuk dipelajari dalam matematika. Konsep perbandingan sangat sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya membandingkan umur, membandingkan ukuran benda, ataupun membandingkan harga dari suatu barang. Semuanya menggunakan konsep perbandingan. Maka dari itu perhatikan penjelasan mengenai perbandingan matematika yang ada di bawah ini:
![]() |
| Source: Google Images |
Perbandingan senilai
Perbandingan senilai merupakan sebuah perbandingan yang memiliki sifat
besaran apabila salah satu bertambah, maka yang lainnya pun akan ikut
bertambah. Contohnya adalah perbandingan antara jumlah pensil yang dibeli
dengan uang yang harus dibayar. Semakin banyak pensil yang dibeli maka akan
semakin banyak uang yang harus dibayar.
Perbandingan berbalik nilai
Perbandingan berbalik nilai adalah sebuah perbandingan yang memiliki
sifat besaran apabila salah satu bertambah maka yang lainnya akan berkurang.
Contohnya adalah banyaknya pekerja bangunan dengan lama pengerjaan sebuah
gedung. Apabila jumlah pekerjanya lebih banyak, maka pembangunan gedung
tersebut akan lebih cepat.
Himpunan
Himpunan dalam matematika diartikan sebagai kumpulan dari objek yang terdefinisikan dengan jelas. Himpunan memiliki anggota yang tunggal dimana tidak ada anggota yang sama dalam satu himpunan. Kumpulan dari semua anggota yang terdapat dalam sebuah himpunan dinamakan dengan himpunan semesta (S).
Dalam himpunan dikenal adanya notasi. Notasi adalah penyimbolan dalam suatu himpunan.
Ada beberapa notasi yang sering dijumpai dalam himpunan, yaitu :
1.
adalah notasi untuk himpunan bilangan Bulat.
={…,-3,-2,-1,0,1,2,3,…}
2.
adalah notasi untuk himpunan bilangan Riil.
3.
adalah notasi untuk himpunan bilangan Asli.
={1,2,3,4,5,6,7,…}
4.
adalah notasi yang menunjukan anggota bagian suatu himpunan tertentu.
5.
adalah notasi yang menunjukan bukan anggota bagian dari suatu himpunan tertentu.
6.
adalah notasi yang menunjukan himpunan bagian dari suatu himpunan tertentu.
7.
adalah notasi yang menunjukan himpunan bagian atau sama dengan suatu himpunan tertentu.
8.
adalah notasi irisan dari suatu bilangan tertentu.
9.
adalah notasi gabungan dari suatu bilangan tertentu.
10.
merupakan notasi dari himpunan kosong.
Ada beberapa operasi yang terdapat dalam himpunan, yaitu :
1. Gabungan (Union)
Gabungan dalam himpunan sama halnya penjumlahan, yaitu menggabungkan anggota dari kedua himpunan tersebut. Namun, untuk anggota yang sama cukup dituliskan satu saja.
contoh :
A = {1,2,3,4}
B = {4,5,6,7}
A
B = {1,2,3,4,5,6,7}
2. Irisan (Intersection)
Irisan dalam himpunan adalah operasi mencari anggota yang sama dari kedua himpunan yang dioperasikan.
contoh :
A = {2,3,4,5}
B = {4,5,6,7}
A
B = {4,5}
3. Himpunan bagian (subset)
Himpunan bagian adalah himpunan yang berada dalam himpunan.
contoh :
A = {1,2,3}
maka
dari A adalah :
{1},{2},{3},{1,2},{1,3},{2,3},{1,2,3}
Dalam operasi himpunan, akan didapatkan beberapa kejadian yang terjadi, yaitu :
1. Himpunan saling lepas.

Himpunan dikatakan saling lepas jika antara himpunan yang satu dengan yang lainnya tidak memiliki irisan, atau memiliki irisan yang merupakan himpunan kosong (
)
2. Himpunan tidak saling lepas.

Himpunan dikatakan tidak saling lepas jika antara himpunan yang satu dengan yang lainnya memiliki irisan.
3. Himpunan yang merupakan himpunan lainnya.

Himpunan ini terbentuk karena salah satu himpunan tersebut merupakan subset dari himpunan lainnya.
4. Himpunan sama.

Himpunan ini terbentuk karena kedua himpunan tersebut memiliki anggota himpunan yang sama.
Jadi, jumlah keseluruhan atlet tersebut adalah 18 orang
Demikian mengenai himpunan.
Semoga membantu.
Himpunan dalam matematika diartikan sebagai kumpulan dari objek yang terdefinisikan dengan jelas. Himpunan memiliki anggota yang tunggal dimana tidak ada anggota yang sama dalam satu himpunan. Kumpulan dari semua anggota yang terdapat dalam sebuah himpunan dinamakan dengan himpunan semesta (S).
Dalam himpunan dikenal adanya notasi. Notasi adalah penyimbolan dalam suatu himpunan.
Ada beberapa notasi yang sering dijumpai dalam himpunan, yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Ada beberapa operasi yang terdapat dalam himpunan, yaitu :
1. Gabungan (Union)
Gabungan dalam himpunan sama halnya penjumlahan, yaitu menggabungkan anggota dari kedua himpunan tersebut. Namun, untuk anggota yang sama cukup dituliskan satu saja.
contoh :
A = {1,2,3,4}
B = {4,5,6,7}
A
2. Irisan (Intersection)
Irisan dalam himpunan adalah operasi mencari anggota yang sama dari kedua himpunan yang dioperasikan.
contoh :
A = {2,3,4,5}
B = {4,5,6,7}
A
3. Himpunan bagian (subset)
Himpunan bagian adalah himpunan yang berada dalam himpunan.
contoh :
A = {1,2,3}
maka
{1},{2},{3},{1,2},{1,3},{2,3},{1,2,3}
Dalam operasi himpunan, akan didapatkan beberapa kejadian yang terjadi, yaitu :
1. Himpunan saling lepas.
Himpunan dikatakan saling lepas jika antara himpunan yang satu dengan yang lainnya tidak memiliki irisan, atau memiliki irisan yang merupakan himpunan kosong (
2. Himpunan tidak saling lepas.
Himpunan dikatakan tidak saling lepas jika antara himpunan yang satu dengan yang lainnya memiliki irisan.
3. Himpunan yang merupakan himpunan lainnya.
Himpunan ini terbentuk karena salah satu himpunan tersebut merupakan subset dari himpunan lainnya.
4. Himpunan sama.
Himpunan ini terbentuk karena kedua himpunan tersebut memiliki anggota himpunan yang sama.
Contoh Soal dan Pembahasan Himpunan Matematika Kelas 7 SMP Lengkap
Contoh Soal 1:
Dari 42 kambing yang ada di
kandang milik pak Arman, 30 kambing menyukai rumput gajah, dan 28 ekor kambing
menyukai rumput teki. apabila ada 4 ekor kambing yang tidak menyukai kedua
rumput tersebut, berapa ekor kambing yang menyukai rumput gajah dan rumput
teki?
Pembahasan:
untuk mencarinya, kita gunakan
rumus himpunan berikut:
n{AΛB} = (n{A} + n{B}) - (n{S} -
n{X})
n{AΛB} = (30 + 28) - (42 - 4)
n{AΛB} = 58 - 38
n{AΛB} = 20
Jadi, jumlah kambing yang
menyukai kedua jenis rumput tersebut adalah 20 ekor.
Contoh Soal 2:
Siswa kelas 7 SMP Tunas Mekar
adalah 45. tiap-tiap siswa memilih dua jenis pelajaran yang mereka sukai.
diketahui ada 27 siswa yang menyukai pelajaran Matematika dan 26 siswa menyukai
pelajaran Bahasa Inggris. Sementara siswa yang tidak menyukai kedua pelajaran
tersebut ada 5 orang. Tentukanlah banyaknya siswa yang menyukai pelajaran
bahasa inggris dan matematika serta gambarlah diagram venn-nya.
Pembahasan:
Kita cari terlebih dahulu jumlah
siswa yang menyukai kedua pelajaran tersebut:
n{AΛB} = (n{A} + n{B}) - (n{S} -
n{X})
n{AΛB} = (27 + 26) – (45 – 5)
n{AΛB} = 13
Maka dapat disimpulkan bahwa:
Siswa yang menyukai matematika
saja = 27 - 13 = 14 siswa
Siswa yang menyukai bahasa
inggris saja = 26 - 13 = 13 siswa
Maka gambar diagram venn-nya adalah:
Contoh Soal 3:
Di dalam sebuah ruangan terdapat 150 siswa yang baru lulus
SMP. Diketahui ada 75 siswa memilih untuk masuk SMA dan 63 siswa memilih untuk
masuk SMK sementara ada 32 siswa yang belum menentukan pilihannya. Lalu,
berapakah banyaknya siswa yang hanya memilih untuk masuk SMA dan SMK saja?
Pembahasan:
Siswa yang memilih masuk SMA dan SMK adalah:
n{AΛB} = (n{A} + n{B}) - (n{S} - n{X})
n{AΛB} = (75 + 63) – (150 – 32)
n{AΛB} = 138 – 118
n{AΛB} = 20 siswa
Siswa yang memilih masuk SMA saja = 75 – 20 = 55 orang
Siswa yang mmeilih masuk SMK saja = 63 – 20 = 43 orang
Contoh Soal 4:
Dari 40 orang bayi, diketahui bahwa ada 18 bayi yang gemar
memakan pisang, 25 bayi gemar makan bubur, dan 9 bayi menyukai keduanya. Lalu
ada berapa bayi yang tidak menyukai pisang dan bubur?
Pembahasan:
n{AΛB} = (n{A} + n{B}) - (n{S} - n{X})
9 = (18 + 25) - (40 - n{X})
9 = 43 - 40 + n{X}
9 = 3 + n{X}
9 - 3 = n{X}
n{X} = 6
Contoh Soal 5:
Dari sekelompok atlet diketahui bahwa 17 orang menyukai
sepak bola, 13 menyukai renang, dan 12 orang menyukai keduanya. coba kalian
gambarkan diagram venn dan tentukan pula jumlah keseluruhan dari atlet
tersebut.
Pembahasan:
Jumlah keseluruhan dari atlet tersebt adalah:
Atlet ang menyukai sepakbola saja : 17-12 = 5 orang
Atlet yang menyukai renang saja = 13 – 12 = 1 orang
Diagram venn-nya adalah:
Demikian mengenai himpunan.
Semoga membantu.
Pengertian Bilangan Bulat
Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan cacah dan
bilangan negatifnya. Sedangkan bilangan cacah adalah bilangan yang
dimulai dari angka 0 ,1, 2, 3, 4, ....
Negatif dari bilangan cacah adalah -1, -2, -3, -4 .... mengapa -0 tidak
dituliskan? Karena -0 = 0 jadi tidak dituliskan sebagai negatif bilangan
cacah.
Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen dari bilangan bulat adalah ... -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ...
Bilangan bulat disebut sebagai bilangan bulat karena ia tidak memiliki anggota pecahan dan desimal.
Sampai sini sudah paham ya pengertian dari bilangan bulat?
Lambang Bilangan Bulat
Bilangan bulat dilambangkan dengan huruf “Z” yang berasal dari bahasa jerman Zahlen yang artinya bilangan.
Anggota bilangan bulat
Bilangan bulat terdiri dari tiga jenis anggota. Anggotanya antara lain :
Bilangan Bulat Positif
Bilangan bulat positif adalah bilangan bulat yang letaknya berada di
sebelah kanan 0 (nol) pada garis bilangan bulat. Jadi 1, 2, 3, 4, ....
merupakan bilangan bulat positif.
Bilangan Bulat Negatif
Bilangan bulat negatif adalah bilangan yang letaknya berada di sebelah
kiri 0(nol) pada garis bilangan. Jadi -1, -2, -3, -4, ... merupakan
bilangan bulat negatif.
0 (Nol)
Nol tidak termasuk anggota bilangan bulat positif dan negatif. Dia
berdiri sendiri. Sehingga anggota bilangan bulat adalah bilangan bulat
postif, nol, dan bilangan bulat negatif.

Contoh Bilangan Bulat
Bilangan bulat banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Berikut adalah contoh-contoh bilangan bulat yang biasa kita gunakan :
- Untuk pengukuran suhu. Suhu di Kota Jakarta siang ini sebesar 24 derajat celcius sedangkan suhu di kutub utara -34 derajat celcius. Angka 24 dan -34 tersebut merupakan bilangan bulat.
- Sebagai pengukur kedalaman laut. Jika kita menyatakan kedalaman 25 meter di bawah permukaan laut, maka yang ditulis adalah -25 meter. Angka -25 merupakan bilangan bulat negatif.
- Untuk menyatakan jumlah. Pernahkah adik-adik ke kebun binatang?
Disana terdapat banyak sekali binatang. Coba hitung berapa jumlah
jerapah di kebun binatang tersebut? Misalkan jumlah jerapahnya 15 ekor.
Maka angka 15 merupakan bilangan bulat positif.
Membandingkan bilangan bulat
Sekarang kita belajar cara membandingkan bilangan bulat. Jika kita ingin membandingkan bilangan bulat kita dapat membandingkan dengan cara melihat dari garis bilangan. Semakin ke kanan maka semakin besar, sebaliknya jika semakin ke kiri nilai bilangan tersebut semakin kecil.Untuk membandingkan dua bilangan bulat digunakan simbol sebagai berkut :Simbol lebih dari “>”Simbol ini dibaca “lebih dari”. Maka simbol ini menyatakan angka di sebelah kiri dari simbol “>” nilainya lebih besar dari angka di sebelah kanan simbol “>”. Contoh : 6 > 3 maka dibacanya adalah 6 lebih dari 3.Simbol kurang dari “<”Simbol ini dibaca “kurang dari”. Maka simbol ini menyatakan angka di sebelah kiri simbol “<” nilainya lebih kecil dari angka di sebelah kanan simbol “<”. Contoh 7 < 9 maka dibacanya adalah 7 kurang dari 9.Simbol sama dengan “=”Simbol ini dibaca “sama dengan” maka simbol ini menyatakan nilai angka disebelah kiri simbol “=” nilainya sama besar dengan angka disebelah kanan simbol “=”.Membandingkan dua bilangan bulat bernilai besar
Untuk membandingkan dua bilangan bulat yang besar sangat repot sekali jika kita menggunakan garis bilangan. Misal kita ingin membandingkan mana yang lebih besar antara 23.546 dengan 23.666 jika dibuat garis bilangannya akan sangat panjang sekali.Untuk mempermudah kalian membandingkan maka dibuatlah tabel berikut :
Tabel Nilai Angka Pada Bilangan Dari tabel di atas kita dapat membandingkan dua bilangan bulat bernilai besar berdasarkan posisi dan nilai angkanya. Jadi kita tidak perlu membuat garis bilangan yang sangat panjang sekali.Contoh 1 :Manakah yang lebih besar dari A = 6585467 dengan B = 6536588 ? Jelaskan.Untuk menjawab soal ini pertama yang kita lakukan adalah :Menentukan posisi dari masing-masing angka.Gampangnya begini, buat angka-angka tersebut menjadi urutan nilai uang. Nilai A jika diurutkan akan menjadi 6.585.467 dibaca enam juta lima ratus delapan puluh lima ribu empat ratus enam puluh tujuh.Nilai B jika diurutkan menjadi 6.536.588 dibaca enam juta lima ratus tiga puluh enam ribu lima ratus delapan puluh delapan.Setelah diurutkan ternyata nilai A dan B sama-sama bernilai jutaan. Jadi yang dilakukan selanjutnya adalah mencari dimana posisi angka yang berbeda pertama kali dari kiri ke kanan.
Mencari Posisi angka yang berbeda Posisi Jutaan sama-sama bernilai 6Posisi ratusan ribu sama-sama bernilai 5Posisi puluhan ribu berbeda.Setelah dicari ternyata angka yang berbeda pertama kali adalah angka 8 di posisi puluhan ribu pada A dan angka 3 di posisi puluhan ribu pada B. jadi yang berbeda adalah angka 8 dan angka 3.Selanjutnya tinggal melihat garis bilangan. Manakah yang lebih besar dari 8 dan 3?Menurut garis bilangan angka 8 lebih besar dari angka 3, yang berarti nilai A lebih besar dari nilai B.
Maka Jawabannya adalah A > B
Contoh 2 :
Rudi dan Sinta memiliki dua bilangan yang berbeda. Rudi memiliki bilangan yang terdiri dari 9 angka dengan susunan pqrstuvwx. Sedangkan Sinta memiliki bilangan yang terdiri dari 8 angka dengan susunan pqrstuvw. Maka tentukanlah :
- Bilangan siapakah yang lebih besar jika kedua bilangan adalah bilangan bulat positif? Jelaskan.
- Bilangan siapakah yang lebih kecil jika kedua bilangan merupakan bilangan bulat negatif? Jelaskan.
- Dikarenakan kedua bilangan merupakan bilangan bulat positif, maka bilangan Rudi > Sinta. Karena Rudi lebih banyak angka penyusunnya. (Untuk bilangan bulat positif semakin banyak angka penyusunnya maka semakin besar nilainya.)
- Dikarenakan kedua bilangan merupakan bilangan bulat negatif, maka bilangan Rudi < Sinta. Karena Rudi lebih banyak angka penyusunnya. (Untuk bilangan bulat negatif semakin banyak angka penyusunnya maka semakin kecil nilainya.)
Operasi Bilangan Bulat
Bilangan bulat memiliki empat operasi matematikanya. Diantaranya adalah :
Operasi Penjumlahan
Pada operasi penjumlahan terdapat dua jenis, yaitu:
Penjumlahan dua bilangan bulat bertanda sama. Penjumlahan ini tejadi jika kedua bilangan memiliki tanda yang sama yaitu sama-sama bilangan positif dan sama-sama bilangan negatif. Rumusnya adalah :
- Jika bilangan bulat positif (+) ditambahkan dengan bilangan bulat positif (+) hasilnya = bilangan bulat positif (+). Contoh : 327 + 234 = 561
- Jika bilangan bulat negatif (-) ditambahkan dengan bilangan bulat negatif (-) hasilnya = bilangan bulat negatif (-). Contoh : - 452 + (- 212) = -(452 + 212) = - 664
-a + b = b – a
Contoh 1 : -23 + 42 = 42 – 23 = 19.
Contoh 2 : -42 + 23 = 23 – 42 = - 19
a + (- b) = a – b.
Contoh 1 : 23 + (- 42) = 23 – 42 = -19.Contoh 2 : 42 + (- 23) = 42 – 23 = 19
Contoh soal :
Hitunglah hasil penjumlahan bilangan bulat berikut ini :
- 343 + 72 =
- -72 + 15 =
- 65 + (-81) =
- -33 + (-45) =
- -77 + 55 =
- 42 + (-28) =
- -25 + 72 =
- -37 + (-24) – 85 =
- -44 + 56 + (-38) =
- 78 – (-39) + (-55) =
- 343 + 72 = 415
- -72 + 15 = 15 – 72 = -57
- 65 + (-81) = 65 -81 = -16
- -33 + (-45) = - (33 + 45) = -78
- -77 + 55 = 55 – 77 = -22
- 42 + (-28) = 42 – 28 = 14
- -25 + 72 =72 – 25 = 47
- -37 + (-24) – 85 = -37 – 24 – 85 = - (37 + 24 + 85) = - 146
- -44 + 56 + (-38) = -44 + 56 – 38 = (56 - 44) – 38 = 12 – 38 = -26
- 78 – (-39) + (-55) = (78 + 39) – 55 = 117 – 55 = 62
Pada Operasi Penjumlahan Bilangan bulat Berlaku dua sifat operasi hitung, yaitu
Sifat Komutatif. Sifat ini dapat disebut juga sebagai
sifat pertukaran. Sifat ini hanya terdapat pada operasi penjumlahan dan
perkalian bilangan bulat. Untuk kali ini kita bahas yang untuk penjumlahan
saja.
Rumus Sifat komutatif pada penjumlahan :
a + b = b + a
maksud dari rumus ini adalah penjumlahan dari a ditambah b
hasilnya sama dengan penjumlahan b ditambah a. Biar lebih jelas perhatikan
contoh berikut :
3 + 6 = 9
6 + 3 = 9
Jadi 3 + 6 = 6 + 3 ---> a + b = b + a
Sifat Asosiatif. Sifat ini dapat disebut nuga sebagai
sifat pengelompokkan. Sifat ini juga hanya terdapat pada operasi perkalian dan
penjumlahan. Berikut ini operasi yang digunakan pada penjumlahan.
Rumus sifat asosiatif pada penjumlahan
(a + b) + c = a + (b + c)
Maksud dari rumus ini adalah : penjumlahan dari (a + b) + c
menghasilkan nilai yang sama dengan penjumlahan a + (b + c). Perhatikan contoh
(3 + 6) + 5 = 9 + 5 = 14
---> (a + b) + c
3 + (6 + 5) = 3 + 11 = 14
---> a + (b + c)
Dari kedua operasi di atas hasilnya sama.
Contoh soal :
Isilah tabel- tabel yang kosong berikut ini :
Penyelesaian :
1. diketahui a = 2, b
= -5, c= -14
a + b = 2 + (-5) =2 – 5 = -3
b + a = -5 + 2 = -3
(a + b) + c = ( 2 + (-5)) + (-14)
= (2 –
5) – 14
= -3 – 14 = -17
a + (b + c) = 2 + ( -5 + (-14))
= 2 + ( -5 – 14)
= 2 + ( -19)
= 2 – 19 = -17
2. diketahui a = 4, b = 8, c =-12
a + b = 4 + 8 = 12
b + a = 8 + 4 = 12
(a + b) + c = (4 + 8) + (-12)
= 12 + (-12)
= 12 – 12 = 0
a + (b + c) = 4 + (8 + (-12))
= 4 + (8-12)
= 4 +
(-4)
= 4 – 4 = 0
3. diketahui a =5, b = 4, c = 17
a + b = 5 + 4 = 9
b + a = 4 + 5 = 9
(a + b) + c = (5+4) + 17
= 9 + 17 = 26
a + (b+c) = 5 + (4 + 17)
= 5 + 21 = 26
4. diketahui a = -4, b = -3, c = 11
a + b = -4 + (-3) = -4 - 3 = -7
b + a = -3 + (-4) = -3 – 4 = -7
(a + b) + c = (-4 + (-3)) + 11
= (-4 – 3) + 11
= -7 + 11 = 4
a + (b + c) = -4 + (-3 + 11)
= -4 + 8 = 4
5. diketahui a = -5, b = -6, c = -12
a + b = -5 + (-6) = -5 – 6 = -11
b + a = -6 + (-5) = -6 – 5 = - 11
(a + b) + c = ( -5 + (-6)) + (-12)
= (-5 – 6 ) – 12
= -11 – 12 = - 23
a + (b + c) = -5 + (-6 + (-12))
= -5 + (-6 – 12)
= -5 + (-18)
= -5 – 18 = -23
![]() |
| Jawaban contoh soal sifat komutatif dan asosiatif |
Operasi Pengurangan
Pada operasi pengurangan bilangan bulat rumusnya adalaha – b = a + (-b)maksud dari rumus ini adalah. jika a dikurangi b, maka hasilnya sama dengan a ditambahkan dengan lawan dari angka b. Untuk memperjelas lihat contoh :
- 2 – 3 = 2 + (-3) = -1 ---> kondisi 1
- 2 – (-3) = 2 + (3) = 2 + 3 = 5 ---> kondisi 2
Contoh :
Hitunglah pengurangan bilangan bulat berikut ini :
- 2 – 3 =
- 5 – (-9) =
- -5 – 4 =
- -6 – (-4) =
- Diketahui 12 – p = 10, berapakah nilai p – 5?
- 2 – 3 = -1
- 5 – (-9) = 5 + 9 = 14
- -5 – 4 = -9
- -6 – (-4) = -6 + 4 = 2
- 12 – p = 10 | -p =10 – 12 | -p = -2 | p = 2 | p – 5 = ? | -2 – 5 = -7
Operasi Perkalian
Kali ini kita akan membahas operasi perkalian. Perkalian merupakan operasi penjumlahan yang berulang. Untuk lebih jelas perhatikan contoh berikut :- 3 x 4 berarti penjumlahan angka 4 sebanyak 3 kali. maka 3 x 4 = 4 + 4 + 4 = 12
- 4 x 3 berarti penjumlahan angka 3 sebanyak 4 kali, maka 4 x 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12
n x a = a + a + a ... + a (sebanyak n kali)
Sifat- Sifat Perkalian Bilangan Bulat
Perkalian bilangan bulat memiliki sifat-sifat sebagai berikut :Unsur Identitas. Unsur identitas perkalian adalah 1 karena berapapun bilangan yang dikalikan 1 selalu menghasilkan bilangan itu sendiri.
b x 1 = 1 x b = bContoh :
- 12 x 1 = 1 x 12 = 12
- (-4) x 1 = 1 x (-4) = -4
Perkalian bilangan bulat berdasarkan tandanya memiliki 4 jenis sifat. Diantaranya adalah :
Perkalian positif (+) dengan positif (+), menghasilkan bilangan positif. Perhatikan contoh :
- 2 x 3 = 6
- 4 x 4 = 16
- 5 x 7 = 35
- 3 x (-2) = -6
- 4 x (-7) = -28
- 2 x (-9) = -18
- - 4 x 5 = -20
- -3 x 7 = -21
- -5 x 3 = -15
- - 4 x (-4) = 16
- -2 x (-8) = 16
- -5 x (-6) = 30
Perkalian Bilangan Bulat Dengan Nol
Semua bilangan yang dikalian dengan nol (0) hasilnya akan selalu nol. Untuk lebih jelas perhatikan contoh :- 3 x 0 = 0
- -3 x 0 = 0
- 0 x 3 = 0
- 0 x (-3) = 0
Sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat
Bilangan bulat memiliki beberapa sifat operasi perkalian, berikut ini akan kita bahas lebih dalam.Sifat Komutatif. Sama seperti halnya penjumlahan, dalam perkalian pun memiliki sifat komutatif atau pertukaran. rumusnya adalah :
a x b = b x amaksud dari rumus tersebut adalah a dikalikan dengan b hasilnya sama dengan b dikalikan dengan a. Perhatikan contoh berikut ini :
- 4 x 3 = 3 x 4 = 12
- -5 x 6 = 6 x (-5) = -30
(a x b) x c = a x (b x c)maksud dari rumus di atas adalah Hasil dari perkalian (a x b) x c hasilnya sama dengan a x (b x c). Perhatikan contoh berikut :
- (4 x 5) x 2 = 20 x 2 = 40
- 4 x (5 x 2 ) = 4 x 10 = 40
Contoh soal :
Berdasarkan sifat komutatif dan asosiatif perkalian, Isilah tabel kosong di bawah ini :
Penyelesaian
1. Diketahui a =2, b = 4, c = 3
(a x b) = 2 x 4 = 8
(b x a) = 4 x 2 = 8
(a x b) x c = (2 x 4) x 3
= 8 x 3 = 24
a x (b x c) = 2 x (4 x 3)
= 2 x 12 = 24
2. Diketahui a = -3, b = 5, c= -6
(a x b) = -3 x 5 = -15
(b x a) = 5 x (-3) = -15
(a x b) x c =(-3 x 5) x (-6)
= -15 x (-6) =90
a x (b x c) = -3 x (5 x (-6))
= -3 x (-30) = 90
3. Diketahui a = 6, b = -3, c = 5
(a x b) = 6 x (-3) = -18
(b x a) = -3 x 6 = -18
(a x b) x c = (6 x (-3)) x 5
= -18 x 5 = -90
a x (b x c) = 6 x (-3 x 5)
= 6 x (-15) = -90
4. Diketahui a = 3, b = -2, c= -5
(a x b) = 3 x (-2) = -6
(b x a) = -2 x 3 = -6
(a x b) x c = (3 x (-2)) x (-5)
= -6 x (-5) = 30
a x (b x c) = 3 x (-2 x (-5))
= 3 x 10 = 30
5. Diketahui a = -4, b = -6, c = -7
(a x b) = -4 x (-6) = 24
(b x a) = -6 x (-4) = 24
(a x b) x c = (-4 x (-6)) x (-7)
= 24 x (-7) = -168
a x (b x c) = -4 x (-6 x (-7))
= -4 x 42 = -168
Inilah tabel yang telah diselesaikan :
![]() |
| Jawaban Contoh soal sifat komutatif dan asosiatif perkalian bilangan bulat |
Menurut tabel di atas dapat dibuktikan bahwa (a x b) = (b x a) dan (a x b) x c = a x (b x c).
Source: www.saibatin.com








